RS Santara RS Santara
Kembali ke Berita
12 Jul 2026

Mengenal Jenis Kanker yang Semakin Banyak Menyerang Usia Muda (Gen Z)

Meski kanker lebih sering terjadi pada usia lanjut, beberapa jenis kanker kini semakin banyak ditemukan pada orang berusia di bawah 50 tahun, bahkan pada usia 20-an dan 30-an. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu meningkatkan peluang kesembuhan.

Mengenal Jenis Kanker yang Semakin Banyak Menyerang Usia Muda (Gen Z)
1. Kanker Usus Besar (Kolorektal)
Kanker usus besar atau kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang mengalami peningkatan paling signifikan pada usia muda di berbagai negara. Para ahli menduga perubahan pola makan, meningkatnya obesitas, kurang aktivitas fisik, dan gangguan kesehatan usus menjadi beberapa faktor yang berperan.

Faktor risiko:

Pola makan tinggi daging olahan dan makanan ultra-proses

Kurang mengonsumsi serat

Obesitas

Kurang olahraga

Merokok

Riwayat keluarga dengan kanker usus

Gejala yang perlu diwaspadai:

BAB berdarah atau feses berwarna hitam

Perubahan pola BAB (diare atau sembelit berkepanjangan)

Perut sering kembung atau nyeri

Berat badan turun tanpa sebab

Mudah lelah karena anemia

2. Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia. Meski lebih sering terjadi pada usia di atas 40 tahun, kasus pada wanita usia 20–39 tahun juga semakin banyak ditemukan.

Faktor risiko:

Riwayat keluarga

Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2

Obesitas

Konsumsi alkohol

Kurang aktivitas fisik

Gejala:

Benjolan pada payudara atau ketiak

Bentuk atau ukuran payudara berubah

Puting tertarik ke dalam

Keluar cairan atau darah dari puting

Kulit payudara tampak berkerut seperti kulit jeruk

3. Kanker Tiroid
Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang berada di bagian depan leher dan berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Kanker tiroid relatif sering ditemukan pada orang dewasa muda, terutama perempuan.

Faktor risiko:

Paparan radiasi pada leher

Riwayat keluarga

Kelainan genetik tertentu

Gejala:

Benjolan di leher

Sulit menelan

Suara serak yang tidak kunjung membaik

Nyeri pada leher

Pembengkakan kelenjar getah bening

Sebagian besar kanker tiroid memiliki prognosis yang baik bila ditemukan sejak dini.

4. Kanker Ginjal
Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel di ginjal tumbuh tidak terkendali. Pada tahap awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala.

Faktor risiko:

Obesitas

Hipertensi

Merokok

Riwayat keluarga

Gejala:

Darah dalam urine

Nyeri pinggang yang menetap

Benjolan di daerah pinggang

Berat badan turun

Demam tanpa penyebab jelas

5. Kanker Pankreas
Pankreas berfungsi menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin. Kanker pankreas dikenal sulit dideteksi karena gejalanya sering baru muncul pada stadium lanjut.

Faktor risiko:

Merokok

Diabetes

Obesitas

Riwayat keluarga

Pankreatitis kronis

Gejala:

Nyeri perut yang menjalar ke punggung

Kulit dan mata menguning (jaundice)

Berat badan turun drastis

Nafsu makan berkurang

Mual dan gangguan pencernaan

6. Kanker Hati
Kanker hati sering dikaitkan dengan infeksi virus hepatitis B atau C. Di Indonesia, hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi.

Faktor risiko:

Hepatitis B atau C kronis

Sirosis hati

Konsumsi alkohol berlebihan

Perlemakan hati (fatty liver)

Gejala:

Nyeri di perut kanan atas

Perut membesar

Mata dan kulit menguning

Berat badan turun

Mudah lelah

Vaksin hepatitis B merupakan salah satu cara efektif untuk membantu mencegah kanker hati.

7. Kanker Lambung
Kanker lambung berkembang dari lapisan dalam lambung. Gejalanya sering menyerupai penyakit maag sehingga banyak pasien terlambat memeriksakan diri.

Faktor risiko:

Infeksi bakteri Helicobacter pylori

Konsumsi makanan tinggi garam dan makanan diasap

Merokok

Riwayat keluarga

Gejala:

Nyeri ulu hati yang menetap

Cepat kenyang

Mual atau muntah

Sulit makan

BAB hitam atau muntah darah

Berat badan turun

8. Melanoma (Kanker Kulit)
Melanoma merupakan kanker kulit yang berasal dari sel penghasil pigmen kulit (melanosit). Meski lebih jarang dibanding kanker kulit lainnya, melanoma merupakan jenis yang paling agresif.

Faktor risiko:

Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan

Kulit terang

Banyak tahi lalat

Riwayat keluarga

Penggunaan tanning bed

Gejala:
Perhatikan perubahan tahi lalat menggunakan aturan ABCDE:

A (Asymmetry): bentuk tidak simetris

B (Border): tepi tidak rata

C (Color): warna tidak merata

D (Diameter): lebih dari 6 mm atau terus membesar

E (Evolving): berubah ukuran, bentuk, warna, atau mudah berdarah

Sumber :
- World Health Organization (WHO). Cancer. 2025.
- International Agency for Research on Cancer (IARC). GLOBOCAN 2022.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Bagikan:

Santara AI

Online

Buka Penuh